Suara Hati Mengajar ke SLB Melati Puspa Gunungkidul

Suara Hati Mengajar ke SLB Melati Puspa Gunungkidul




       Komunitas Suara Hati pada hari Sabtu tanggal 4 April 2015 mengadakan kegiatan kunjungan dan mengajar di SLB Puspa Melati, Desa Pudak, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Anak-anak yang berada di SLB Puspa Melati mengalami berbagai macam gangguan seperti hiperaktif, autis, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunanetra, ganda dan downsyndrome. Karena jarak yang harus ditempuh cukup jauh dari Jogja, maka materi pengajaran dipersiapkan sehari sebelum kegiatan seperti membeli bahan pengajaran dan perlengkapan yang diperlukan.



       Tema pengajaran yang diberikan kali ini yaitu pengenalan rasa masakan sup krim jagung dengan ayam, rasa sirup melon, buah melon dan juga nata de coco. Tujuannya sendiri yaitu agar anak-anak berkebutuhan khusus tersebut bisa menerima dan mengenal rasa masakan, rasa sirup maupun buah melon dan nata de coco sehingga nantinya murid-murid akan memakan dan meminumnya. Alasan kami memilih tema pengenalan rasa karena dari laporan pihak sekolah yaitu murid-murid tidak menyukai rasa makanan atau minuman yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan, karena sebelumnya para murid pernah diberi minuman susu Milo namun tidak semua murid meminumnya karena ada beberapa murid yang mengatakan bahwa rasanya pedas dan pahit. Beranjak dari permasalahan tersebut, kami dari Komunitas Suara Hati mencoba untuk melakukan kegiatan pengenalan rasa kepada anak-anak berkebutuhan khusus.



  Kegiatan di SLB Puspa Melati dimulai pada pukul 07.00 WIB, karena itu kami harus berangkat sangat pagi dari Jogja. Waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk sampai di tempat kegiatan dari Jogja ke Desa Tepus ialah ± 2 jam, sehingga kami harus berangkat lebih awal. Mas Nizar dan Mas Agi sudah bersiap sejak pukul 04.00 WIB, teman-teman lain yang kemudian menyusul ialah Mbak Nusi dan Mas Ardi, kemudian terakhir Mbak Ari dan Mbak Neneng. Sekitar pukul 04.30 WIB kami berangkat dari Jogja dan tiba di tempat kegiatan pada pukul 06.30 WIB. Setibanya di tempat, murid-murid belum banyak yang hadir. Dari keterangan pihak sekolah yaitu Mas Nizar selaku guru maupun Ketua dari Komunitas Suara Hati mengatakan bahwa pada hari Sabtu murid yang hadir sangat sedikit karena kendala dari orangtua yang biasanya bekerja pada hari tersebut, sehingga mereka tidak bisa untuk mengantar anaknya pergi ke sekolah. Pekerjaan para orangtua murid kebanyakan adalah buruh tani dan buruh serabutan. Selain itu, lokasi sekolah yang juga cukup jauh dan tidak adanya angkutan umum juga menjadi kendala untuk kehadiran anak ke sekolah. Murid yang hadir pada saat kegiatan tersebut berjumlah 11 murid dari total 50 murid.


  Sekitar pukul 07.30 WIB para murid sudah hadir, maka kegiatan dimulai dengan mengumpulkan semua murid dan berkenalan dengan teman-teman Komunitas Suara Hati. Kegiatan dilanjutkan dengan mengenalkan semua bahan-bahan masakan sup krim jagung dengan ayam seperti jagung, bawang bombay, ayam potong, dan minyak goreng. Kemudian adik-adik yang mengupas jagung maupun bawang bombai dan memotong-motongnya. Kegiatan memasak selesai, maka dilanjutkan untuk kegiatan membuat es melon dengan nata de coco. Diawali dengan mengenalkan buah melon, nata de coco dan sirup melon, kemudian mengupas dan menyerut buah melon yang juga dilakukan oleh murid-murid. Antusiasme murid-murid dalam mengerjakan tugas tersebut sangat luar biasa, hal tersebut terlihat dari ekspresi senang mereka pada saat melakukan kegiatan tersebut.





Pada saat masakan dan minuman sudah siap untuk dihidangkan, maka kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan rasa. Pertama pengenalan rasa sirup melon, hasilnya murid-murid bisa menerima rasa sirup tersebut. Kedua pengenalan rasa buah melon, para murid juga bisa menerima rasa melon tersebut. Ketiga pengenalan rasa nata de coco, hasilnya juga sama para murid bisa menerima rasa nata de coco tersebut. Jadi, dapat kami simpulkan bahwa kegiatan pengajaran kali ini berjalan sesuai dengan harapan, dimana murid-murid bisa menerima dan rasa masakan, rasa sirup dan toping sehingga mereka mau memakan dan meminumnya.



Kegitan selanjutnya yaitu makan bersama para murid, pihak sekolah dan juga orangtua yang hadir pada saat itu, agar kami Komunitas Suara Hati bisa lebih mengenal dan dekat dengan pihak sekolah dan orangtua murid, serta mengenalkan tujuan Komunitas Suara Hati ke sekolah,orangtua dan masyarakat luas.



Penulis : Novri Agianda Lubis dan Ari Pamungkas, S. Psi

Komentar

Posting Komentar

Entri Populer