Gerakan Melawan Asap : "5000 masker untuk pencegahan dampak negatif asap !"

Kabut asap yang terjadi di Kalimantan menyebabkan jarak pandang yang pendek dan gangguan kesehatan. Kebakaran semak dan lahan yang terjadi di siang hari akibat teriknya sinar matahari menimbulkan dampak udara dipenuhi kabut asap yang lebih pekat.

Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun dalam kondisi sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gannguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak. Seperti yang terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pekatnya asap membuat jarak pandang mencapai kurang dari 100 meter dan banyaknya gangguan kesehatan yang berdampak buruk bagi tubuh, seperti:

a.    Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
b.    Memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
c.    Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
d.    Pada usia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
e.    Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
f.    Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
g.    Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan  di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
h.    Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
 

Terkadang masih banyak orang-orang yang tidak menyadari dampak buruk bagi tubuh mereka, seperti tidak menggunakan masker ketika keluar rumah. Karena itu, teman Suara Hati di Banjarmasin bersama relawan dari Act dan Ranger Forest ingin membantu masyarakat mencegah dampak buruknya bagi kesehatan dengan melakukan kegiatan membagikan 5000 masker serta memperagakan cara penggunaan masker yang benar kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi paparan akibat kabut asap yang semakin parah belakangan ini.
 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua hari di simpang lampu merah jalan Ahmad Yani KM.33 Banjarmasin dan dilakukan pada pukul 07.00 WITA. Hari pertama kegiatan dilakukan pada hari Senin tanggal 14 September 2015, sebanyak 2000 masker. Hari kedua, dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 september 2015, sebanyak 3000 masker. Jumlah anggota yang hadir sebanyak 9 orang yang dibagi menjadi 3 tim untuk membagi masker. Kegiatan ini mendapat respon positif dari elemen masyarakat terutama bagi pejalan kaki, pengguna sepeda motor serta sepeda.

Penulis : Julian D. Saptadi

Komentar

Entri Populer