#SuaraHatiBerbagi Kasih Anak Sepanjang Galah, Kasih Ibu Sepanjang Masa

      Pepatah diatas memang benar adanya, Seorang ibu dengan kondisi seburuk apapun akan tetap setia dengan anaknya sebaik dan seburuk apapun. Ibu yang melahirkan kita adalah seorang malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjaga kita 24 jam non stop meski keadaan beliau tak sesehat raga yang terlihat. Namun, jiwa akan tetap muda dan kuat untuk menjaga anak-anaknya.
     Senin, 1 Mei 2017 kami, Komunitas suara hati mengujungi kediaman adik kita Aris (18th). Aris adalah pejuang hidup yang luar biasa dengan keadaanya yang mengidap Hidrosepalus. Hidrosepalus bahasa yang mudah dipahami adalah pembengkakan kepala dikarenakan ada cairan dikepala yang seharusnya dikeluarkan. Aris menderita hidrosepalus berawal sejak usia 8 bulan. 
       Painem, Ibu Aris yang sangat tlaten merawat Aris hingga dewasa. Aris yang hanya bisa terbaring bahkan sesekali ia bisa duduk dengan bantuan Ibunya, memiliki impian yang sama dengan anak seumurannya. Ingin bersekolah dan bermain, namun keterbatasan fisiknya membuat Aris harus bersekolah dirumah dengan ibunya. Ibu Arislah guru yang selalu mengajaknya bercerita dan ngaji. Ibu Painem selalu berharap akan kemajuan-kemajuan kesehatan Aris, meski tak banyak harapan yang Ia gantungkan pada orang lain, Ia percaya bahwa Tuhan tidak tidur. Allah Maha Mendengar dan Maha Baik atas apa yang telah Allah ujukan pada mereka berdua.
       Saat kami mengunjungi mereka, haru yang membungkus pertemuan saat itu. Bagaimana tidak, kami kaget saat ibu painem menyapa lembut kami yang ternyata memiliki fisik tak sempurna pula. menjadi seorang ibu yang harus kuat mengurusi Aris. Hidrosepalus yang diderita aris dulu sempat memiliki lingkar kepala 180cm, saat ini lingkar kepala berangsur mengecil hingga 80cm. Ibu painem harus membawa Aris berobat kerumah sakit Panti Rapih seminggu sekali.
      Bagaimanapun juga Aris adalah penyemangat Ibu paijem, hadiah kebahagian yang luar biasa diperloleh ibu paijem hanyalah perkembangan baik kesehatan Aris. Bisa tertawa, berkomunikasi dengan mimic wajahnya, dan sering Ia mengajak Aris untuk berzikir.
       Meski perjalanan sangat jauh untuk bertemu Aris, akhirnya kami semua bahagia, bisa belajar mengenal makna hidup yang Aris dan Ibunya ajarkan kepada kami. Kami juga menyampaikan amanah para donatur yang sudah mempercayakan kepada Komunitas Suara Hati .

Komentar

Entri Populer